← Kembali ke Berita

Bimtek Penguatan Pendidikan Inklusi di Madrasah Digelar di MAN 1 Ponorogo, Diikuti 90 Tenaga Pendidik MI dan MTs

Ponorogo, 11 Agustus 2026 - Berita | Humas Man 1 Ponorogo
Bimtek Penguatan Pendidikan Inklusi di Madrasah Digelar di MAN 1 Ponorogo, Diikuti 90 Tenaga Pendidik MI dan MTs

Ponorogo, 11 Agustus 2026 — Sebanyak 90 tenaga pendidik dari sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Ponorogo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pendidikan Inklusi di Madrasah yang digelar di Aula MAN 1 Ponorogo, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi pengelola dan tenaga pendidik madrasah inklusi sebagai upaya memperkuat pemahaman serta penerapan pendidikan inklusi di lingkungan madrasah.

Kegiatan dibuka oleh H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., selaku Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, bersama perwakilan Dekan UIN Ponorogo, Dr. Iswahyudi, M.Ag. Dalam pembukaan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang mampu memberikan ruang bagi keberagaman kebutuhan peserta didik.

H. Mohamad Thohari menekankan pentingnya membangun pendekatan pendidikan inklusi melalui program yang dapat diterapkan di madrasah. Menurutnya, pendidikan inklusi perlu menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Membangun pendekatan di madrasah melalui program pendidikan inklusi, sehingga setiap peserta didik dapat memperoleh ruang dan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kebutuhannya.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar sebuah program, tetapi juga merupakan pendekatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menerima dan mengakomodasi keberagaman peserta didik.

Bimtek Penguatan Pendidikan Inklusi di Madrasah Digelar di MAN 1 Ponorogo, Diikuti 90 Tenaga Pendidik MI dan MTs

Sementara itu, Dr. Iswahyudi, M.Ag., selaku perwakilan Dekan UIN Ponorogo, turut memberikan penguatan mengenai peran pendidik dalam mendampingi peserta didik. Menurutnya, seorang pendidik tidak hanya memiliki tugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga berperan dalam memberikan dukungan dan semangat kepada peserta didik yang sedang menghadapi kesulitan.

“Sebagai pendidik, ketika kita mampu membantu seseorang yang sedang putus asa untuk kembali menemukan semangatnya, insyaallah kebaikan itu akan menjadi pahala bagi kita.”

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi yang disampaikan oleh pihak Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Ponorogo. Materi memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai pendidikan inklusi serta pentingnya pendekatan yang tepat dalam mendampingi peserta didik dengan beragam karakteristik dan kebutuhan.

Bimtek Penguatan Pendidikan Inklusi di Madrasah Digelar di MAN 1 Ponorogo, Diikuti 90 Tenaga Pendidik MI dan MTs

Dalam sesi tersebut, Dr. Muhammad Ali, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam, menekankan bahwa tujuan pendidikan inklusi bukan untuk menyeragamkan seluruh peserta didik. Sebaliknya, pendidikan inklusi diarahkan untuk memberikan kesempatan yang setara agar setiap peserta didik dapat berkembang dan mencapai keberhasilan dalam proses belajar.

“Pendidikan inklusi bukan membuat semua anak menjadi sama, melainkan memberikan kesempatan yang setara agar semua anak berhasil dalam belajar.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan bimtek. Setiap peserta didik memiliki potensi, karakteristik, serta kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, tenaga pendidik perlu memiliki pemahaman dan pendekatan yang tepat agar perbedaan tersebut tidak menjadi hambatan dalam memperoleh layanan pendidikan.

Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan permainan (game). Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, serta merefleksikan pemahaman mereka mengenai penerapan pendidikan inklusi di madrasah. Suasana kegiatan pun berlangsung lebih komunikatif dan partisipatif.

Melalui Bimtek Penguatan Pendidikan Inklusi ini, diharapkan para pengelola dan tenaga pendidik madrasah inklusi di Kabupaten Ponorogo dapat semakin memahami pentingnya memberikan layanan pendidikan yang ramah dan setara bagi seluruh peserta didik. Sinergi antara madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, dan UIN Ponorogo juga diharapkan dapat terus diperkuat guna mewujudkan pendidikan madrasah yang inklusif dan memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang secara optimal.