Ponorogo, 06 Agustus 2025 – MAN 1 Ponorogo telah melaksanakan Program Praktik Pembelajaran Dunia Kerja (PPDK) selama sebulan penuh, mulai 1 Juli hingga 31 Juli 2025. Program ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI MAN 1 Ponorogo. Pelaksanaan program PPDK merupakan bentuk komitmen madrasah sebagai MAN Plus Keterampilan dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
PPDK bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menerapkan keterampilan yang telah dipelajari di sekolah. Dengan terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), siswa dapat memahami dinamika kerja nyata, mengasah soft skills, serta membangun jaringan profesional sejak dini.
Program ini melibatkan 45 mitra DUDI di Ponorogo dan sekitarnya, mencakup lima jurusan keterampilan yang ada di MAN 1 Ponorogo, yaitu Tata Boga, Tata Busana, Desain Grafis, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia, dan Animasi. Setiap siswa ditempatkan sesuai dengan jurusan mereka guna menerapkan ilmu yang sudah dipelajari dalam kehiidupan nyata. Kepala MAN 1 Ponorogo, Bapak Agung Drajatmono, M.Pd. menyatakan bahwa PPDK merupakan wujud nyata dari kurikulum berbasis keterampilan yang diusung madrasah. “Melalui program ini, kami ingin siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya di lapangan,” ujar beliau.
Manfaat PPDK sangat beragam, mulai dari peningkatan kompetensi teknis hingga pengembangan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Siswa juga mendapat kesempatan untuk belajar dari para profesional, sehingga wawasan mereka tentang dunia kerja semakin luas.
Salah satu peserta PPDK yang melakukan praktik di Sakha Boutiqe, Olivia dari jurusan Tata Busana, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Saya belajar banyak tentang proses membatik dan mengetahui motif-motif batik Panoragan. Kami juga diberi kesempatan untuk membuat batik tulis karya sendiri yang akan kami berikan ke madrasah sebagai buah karya. Ini merupakan pengalaman berharga bagi kami karena langsung mendapatkan arahan dan ilmu dari ahlinya,” tutur siswa yang melaksanakan PPDK di Sakha Boutiqe ini. Harapan ke depan, MAN 1 Ponorogo berkomitmen untuk terus memperluas jejaring dengan DUDI serta meningkatkan kualitas program PPDK. Diharapkan, lulusan MAN 1 Ponorogo tidak hanya siap melanjutkan ke perguruan tinggi, tetapi juga mampu mandiri dengan bekal keterampilan yang memadai. Dengan suksesnya PPDK 2025, MAN 1 Ponorogo membuktikan diri sebagai madrasah yang unggul dalam mencetak generasi terampil dan berdaya saing. Program ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di era digital.