Ponorogo, 17 April 2026 – Sebuah langkah strategis diambil oleh MAN 1 Ponorogo dengan berkunjung ke Kantor Balai Latihan Kerja (BLK), pusat pelatihan vokasi milik pemerintah, pada Jumat (17/4/2026). Kunjungan ini menjadi titik awal penguatan keahlian vokasi bagi peserta didik madrasah. Dr. Nuurun Nahdiyah K.Y., SPd. MPd.I., Kepala MAN 1 Ponorogo menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan respon atas tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMA. "Hasil data terakhir menunjukkan pengangguran tertinggi ada di usia anak SMA, maka ini harus benar-benar ditekan," tegas beliau.
Komitmen kerja sama dengan BLK dinilai sebagai langkah nyata dalam mewujudkan penajaman program keahlian yang berorientasi pada pelayanan prima. Melalui kolaborasi ini, siswa MAN 1 Ponorogo tidak hanya mendapatkan teori di madrasah, tetapi juga keterampilan terapan langsung dari lembaga pelatihan resmi milik pemerintah. Hal ini diharapkan mampu membekali mereka dengan kompetensi siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan usaha.
Kepala BLK, Juni Eko Tjahyono, menyambut hangat langkah strategis tersebut. Pihaknya membuka seluas-luasnya berbagai program yang bisa dikerjasamakan, antara lain tata boga, garment, manajemen marketing, teknik informatika, tata busana, kecantikan, serta program keahlian lainnya. Manfaat kerja sama ini sangat signifikan, yakni memberikan sertifikasi kompetensi bagi siswa, memperpendek masa transisi dari sekolah ke dunia kerja, serta membuka peluang wirausaha mandiri sejak dini.
MAN 1 Ponorogo berharap dengan adanya kerja sama ini, lulusannya tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki keterampilan vokasi yang diakui secara nasional. "Semoga kerja sama ini menjadi langkah kokoh MAN 1 Ponorogo menuju madrasah dengan komitmen PASTI UNGGUL," pungkas Dr. Nuurun Nahdiyah. Harapan ke depan, kolaborasi ini dapat menjadi model bagi madrasah lain dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing tinggi.