Ponorogo, 04 Maret 2026 – Hari ketiga kegiatan Pondok Ramadhan di MAN 1 Ponorogo berlangsung berbeda dari biasanya. Pagi ini, Selasa, 4 Maret 2025, para siswa mendapatkan kesempatan istimewa berupa bimbingan langsung dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Babadan dan Kantor Kemenag Ponorogo dalam program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program yang dirancang untuk membantu remaja mengembangkan potensi diri dan menghadapi tantangan kehidupan ini berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi yang membahas isu-isu remaja kontemporer dengan perspektif Islam.
Acara ini semakin spesial dengan hadirnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Bapak Muhammad Thohari, S.Ag., M.H., yang didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Ponorogo, Bapak Dr. Nasta'in, M.Pd.I. Kehadiran beliau tentu memberikan motivasi dan wawasan keagamaan yang berharga bagi para siswa dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.
Setelah sesi BRUS usai, rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan dilanjutkan dengan materi yang tidak kalah penting, yaitu bimbingan pemulasaraan jenazah. Para siswa mendapatkan penjelasan komprehensif tentang tata cara merawat jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari proses memandikan hingga mengkafani. Materi disampaikan dengan metode yang menarik dan mudah dipahami oleh para remaja.
Tidak hanya teori, para siswa diajak untuk melakukan praktik langsung mengkafani jenazah menggunakan boneka simulator. Dengan bimbingan langsung dari petugas KUA, mereka bergantian mempraktikkan tata cara membungkus kain kafan yang benar. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung yang akan membekas di ingatan mereka.
Pihak madrasah menyampaikan harapan besar dari terselenggaranya kegiatan ini. Kepala MAN 1 Ponorogo menyatakan bahwa keterampilan merawat jenazah adalah fardhu kifayah yang wajib dikuasai oleh setiap muslim. Beliau berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki bekal kehidupan yang matang. Dengan materi ini, para siswa siap terjun di masyarakat dan bisa membantu ketika ada tetangga atau keluarga yang tertimpa musibah. Bekal ini tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan para siswa dalam bermasyarakat.