< Kembali



Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Tingkatkan Kompetensi Guru Madrasah Ramah Anak di Ponorogo


Ponorogo, 06 Januari 2026 – Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 1 Ponorogo sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Selasa, 6 Januari 2026 di Graha Wiyata, aula MAN 1 Ponorogo. Kegiatan dengan tema "Peningkatan Kompetensi Berperspektif Ramah Anak" ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan madrasah yang lebih kondusif bagi perkembangan peserta didik.

Dalam sambutannya, Ketua KKMA 1 Ponorogo, Ibu Dr. Nurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd. menekankan pentingnya komitmen kolektif untuk mewujudkan madrasah yang ramah anak dan peduli lingkungan. Beliau menyatakan bahwa ciri utama madrasah yang menerapkan KBC adalah memiliki karakter religius, ramah anak, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam Puncak dari acara pembukaan adalah Deklarasi Madrasah Ramah Anak yang dibacakan oleh instruktur nasional, Ibu Bekti. Deklarasi ini menjadi penegas komitmen seluruh madrasah anggota KKMA 1 Ponorogo untuk mewujudkan prinsip-prinsip perlindungan dan kenyamanan anak dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.

Secara substansi, bimtek membahas secara mendalam konsep dan implementasi praktis Kurikulum Berbasis Cinta. Para peserta, yang terdiri dari guru dan kepala madrasah, juga mendapatkan materi tentang strategi konkret menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa.

Kunci sukses implementasi KBC berfokus pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan "Panca Cinta" yang meliputi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu pengetahuan, alam semesta, sesama manusia, serta tanah air Indonesia. Kedua, penerapan pembelajaran inovatif dan kreatif oleh pendidik. Ketiga, penciptaan lingkungan fisik dan sosial yang benar-benar ramah anak.

Secara umum, madrasah yang telah menerapkan KBC dapat dikenali dari tiga ciri khas. Lingkungannya bernuansa religius dengan beragam kegiatan keagamaan, suasana belajarnya ramah dan mendukung anak, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan melalui program-program yang berkelanjutan. Melalui ciri-ciri ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang optimal bagi pertumbuhan siswa.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan penerapan pembelajaran inovatif. Metode pembelajaran yang kreatif dan partisipatif, seperti berbasis proyek dan kooperatif, menjadi kunci agar siswa dapat mengeksplorasi ilmu pengetahuan dalam suasana yang menyenangkan dan bermakna. Lingkungan fisik dan sosial madrasah juga harus dirancang agar aman, nyaman, dan mendukung. Aspek ini mencakup penciptaan interaksi yang hangat antara guru dan siswa, serta pengelolaan sarana prasarana yang memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan belajar.

Dengan implementasi KBC yang menyeluruh, madrasah dapat melahirkan generasi yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, dan mencintai ilmu pengetahuan. Langkah ini sejalan dengan upaya membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Melalui Bimtek ini, diharapkan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan KBC semakin meningkat. Dampak jangka panjangnya adalah terciptanya ekosistem madrasah yang religius, ramah anak, dan peduli lingkungan, sehingga siswa dapat meraih prestasi optimal dalam atmosfer pendidikan yang positif dan menumbuhkan.

Sal webman1po
5 min read