< Kembali



MAN 1 Ponorogo Gelar Tes Baca Al-Qur'an Bagi Seluruh Tenaga Pendidik dan Kependidikan


Ponorogo, 30 Januari 2026 – Sebagai upaya serius dalam meningkatkan mutu keislaman sumber daya manusia, MAN 1 Ponorogo melaksanakan kegiatan tes baca Al-Qur'an bagi seluruh Tenaga Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Staf). Kegiatan yang dilaksanakan secara terpisah dalam dua kloter ini bertujuan untuk memetakan kemampuan dasar membaca kitab suci secara komprehensif dan objektif.

Tes ini dilaksanakan oleh Tim Keagamaan MAN 1 Ponorogo yang bertindak sebagai penguji. Kloter pertama diperuntukkan bagi Tenaga Kependidikan dan telah dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2025. Sementara itu, kloter kedua bagi para Tenaga Pendidik berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2025. Pembagian ini memungkinkan pelaksanaan tes yang lebih fokus dan tertib.

Aspek penilaian tes dirancang sangat detail untuk mendapatkan gambaran yang utuh. Setiap peserta dinilai dalam beberapa komponen utama, yaitu makharijul huruf (ketepatan tempat keluarnya huruf), fashahah (kefasihan), penerapan hukum tajwid, penguasaan hukum mad (panjang pendek bacaan), serta kelancaran. Selain itu, tes juga menyertakan pengujian khusus terhadap pemahaman dan pengucapan bacaan-bacaan gharib atau musykilat yang sering ditemui dalam Al-Qur'an.

Setiap aspek dinilai dengan skala 0-100 dan hasil akhir akan dikategorikan mulai dari “Sangat Baik”, “Baik”, “Cukup”, hingga “Perlu Pembinaan”. Sistem penilaian yang terukur ini diharapkan dapat memberikan peta kemampuan yang akurat, bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai dasar penyusunan program pembinaan dan pengembangan yang tepat sasaran di masa mendatang.

Secara umum, para peserta mengikuti tes dengan antusias dan khidmat. Kepala Madrasah menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya terus belajar dan memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an, sebagaimana prinsip belajar sepanjang hayat. Diharapkan, hasil pemetaan ini dapat mendorong terciptanya lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Manfaat dari kegiatan ini sangat strategis. Bagi madrasah, data yang diperoleh menjadi bahan evaluasi dan acuan untuk menyelenggarakan kegiatan pembinaan, seperti kelompok tadarus atau pelatihan tahsin bagi yang membutuhkan. Bagi individu peserta, tes ini menjadi momen introspeksi dan motivasi untuk terus memperdalam ilmu Al-Qur'an. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan islami di MAN 1 Ponorogo secara keseluruhan, dimana seluruh warganya menjadi teladan dalam pengamalan ajaran agama.

Sal webman1po
5 min read